MENGATASI KETERBATASAN, MENCAPAI IMPIAN
~ Khanis Selasih ~
Sidoarjo, Minggu19 April 2015. Aku datang memenuhi undangan seorang sahabat yang kukenal dari jejaring media sosial facebook, Mas Fauzi Baim. Undangan tersebut dalam rangka launching website.perpustakaantim.com dan temu tulis bersama Khanis Selasih (diriku, red) di perpustakaan taman ilmu masyarakat yang terletak di desa Sukorejo RT 03, RW 09 Sidoarjo.
Memasuki areal perpustakaan yang terbagi dalam 3 ruang yaitu:
1. Ruang buku anak-anak
2. Ruang buku dewasa
3. Ruang komputer
Aku sangat terkagum dibuatnya.
Siapa sangka perpustakaan yang begitu bagus penataan ruang dan pengelolaannya, hingga mampu mewujudkan impian seorang Fauzi Baim melaunching website perpustakaan tersebut untuk dikenal dunia, ternyata berangkat dari sebuah keterbatasan yang amat sangat.
Keterbatasan seperti jumlah buku yang awalnya hanya 38 buku, itupun majalah bekas yang sebetulnya tidak layak disebut buku perpustakaan, kini mencapai 6000 buku bacaan yang sangat layak dibaca dalam andilnya mentransfer ilmu dan mencerdaskan anak bangsa pada khususnya juga masyarakat pada umumnya. Keterbatasan dari segi sarana bangunan yang semula hanya ruangan kecil, yang kata banyak orang mirip kandang ayam, kini telah menjelma menjadi 3 ruang yang memadai dengan penataan dan fasilitas yang layak sesuai fungsi ruangan masing-masing.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana semua keterbatasan itu bisa teratasi dengan hasil pencapaian yang begitu fantastik hingga hampir semua impian dari Mas Fauzi Baim bisa terwujud?
Jawaban yang sederhana dari seorang yang sederhana pula (Fauzi Baim, red):
1. Harus berani memulainya dengan apa adanya yang kita punya. Karena tanpa keberanian untuk memulai, mustahil rasanya kita akan tahu apakah kita gagal atau berhasil.
2. Membina hubungan baik dan rasa persaudaraan dengan orang-orang di sekitar kita melalui silaturahim tanpa memandang perbedaan agama, ras maupun suku bangsa. Karena persaudaraan yang tulus akan menciptakan rasa saling memiliki, hingga ringan untuk saling berbagi, saling asah, saling asuh, saling tolong, saling jaga.
3. Selalu menjaga dan mempererat ukhuwah Islamiah diantara sahabat sesama muslim. Karena pada dasarnya sesama muslim adalah sodara.
4. Saling mendukung dan membantu sesama sahabat tanpa pamrih. Karena keikhlasan akan meringankan segala kesulitan yang terjadi.
5. Senantiasa semangat tak kenal putus asa. Karena semangat adalah motivasi terhebat untuk meraih sebuah hasrat.
6. Poin terpenting adalah keyakinan sepenuh hati bahwa Allah akan selalu mengabulkan setiap impian hambaNya jika impian itu suatu kebajikan demi kemaslahatan ummah.
Sebagai apresiasi dilaunchingnya website.perpustakaantim.com, Khanis Selasih, ketua umum Komunitas Penulis Kreatif Surabaya, memberikan kenangan 2 buku Jurnal Sastra Aksara kepada Bapak Heru selaku ketua komunitas sosial FORWOD (Forum Rembug Wong Darjo) yang menaungi Perpustakaan TIM (Taman Ilmu Masyarakat) dan kepada Bapak Fauzi Baim selaku owner & ketua Perpustakaan TIM.
Pada acara yang berjalan santai dan nyaman, Khanis Selasih yang hadir di sana selain membawa nama pribadi sesuai branded yang mas Fauzi Baim canangkan, juga atas nama K+ (Komunitas Penulis Kreatif Surabaya) dan Jurnal Sastra Aksara yang dimotori oleh Capten Iwan Wungkul (owner Goresan Pena Publishing), di mana Khanis Selasih adalah Pimpinan Redaksi Jurnal Sastra Aksara tersebut.
Di forum itu Khanis menceritakan beberapa kiprah K+ yang sudah menggaung dan berprestasi baik K+ yang pusat (Bandung), Hong Kong, Taiwan, Malaysia dan terutama Surabaya tentunya. Juga K+ yang mulai menapakkan sayapnya di tiap provinsi di Indonesia.
Begitu pun dengan Aksara, suatu jurnal sastra yang dibuat untuk membantu para penulis sastra yang ingin mengekspresikan karya sastranya dalam bentuk buku bersama. Dengan harapan karya sastra yang termuat di Aksara bisa menginspirasi pembacanya dalam kebajikan dan hal yang positif.
Acara pun sampai ke penghujung waktu, dimana terik mentari sudah meninggi.
Hadir di forum tersebut 4 orang pengurus inti Komunitas Penulis Kreatif (K+) Surabaya:
1. Khanis Selasih, Ketua Umum K+ Surabaya, Pimred Aksara, Owner Khanis Production.
2. Dien Ilmi, Sekretaris K+ Surabaya, Owner Penerbit Oksana
3. Suherman, Bendahara K+ Surabaya, Manager PPIC Pt. SBI, Exxon Mobile Cepu Project
4. Sholahudin Ayubi, Dokumentasi K+ Surabaya, IT Sony Ericson.
Tuntas sudah, memoar yang kutulis pada hari ini.
Semoga bisa menginspirasi setiap insan yang mempunyai impian belum terusaikan, akan berani memulai hingga tercapainya tujuan impian tersebut.
Surabaya, 19 April 2015
Salam Aksara (Aku, Kamu, SAtu, RAsa)
Tidak ada komentar